Puasa Tarwiyah merupakan salah satu amalan sunnah yang sering dilakukan umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa ini dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah.
Namun, masih banyak yang bertanya:
Apakah puasa Tarwiyah memiliki dalil khusus? Apakah benar pahalanya seperti puasa setahun?
Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum puasa Tarwiyah berdasarkan pembahasan dari Konsultasi Syariah.
Apa Itu Hari Tarwiyah?
Hari Tarwiyah adalah tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah “Tarwiyah” berasal dari kata Arab tarawwa yang berarti membawa bekal air. Dahulu para jamaah haji menyiapkan persediaan air untuk perjalanan menuju Arafah dan Mina.
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa hari tersebut berkaitan dengan mimpi Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika diperintahkan menyembelih putranya.
Karena itu, tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Tarwiyah.
Apakah Ada Hadits Khusus Tentang Puasa Tarwiyah?
Terdapat hadits yang cukup populer di tengah masyarakat tentang keutamaan puasa Tarwiyah:
“Puasa hari Tarwiyah seperti puasa setahun…”
Namun para ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut tidak shahih bahkan dinilai sebagai hadits palsu.
Dalam penjelasan Konsultasi Syariah disebutkan bahwa ulama seperti Ibnul Jauzi dan Imam As-Syaukani menegaskan kelemahan hadits tersebut karena terdapat perawi pendusta dalam sanadnya.
Artinya:
- Tidak ada dalil shahih yang menyebut puasa Tarwiyah memiliki pahala khusus setara puasa setahun.
- Umat Islam tidak boleh meyakini adanya keutamaan khusus yang tidak memiliki dasar shahih.
Lalu, Apakah Puasa Tarwiyah Tetap Boleh Dilakukan?
Jawabannya: boleh, bahkan dianjurkan.
Meski tidak ada keutamaan khusus untuk tanggal 8 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah tetap termasuk dalam amalan sunnah di 9 hari pertama Dzulhijjah yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Hafshah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah.
Karena itu, puasa Tarwiyah tetap masuk dalam amalan yang baik dan disunnahkan.
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh amal ibadah pada awal Dzulhijjah memiliki keutamaan besar, termasuk puasa sunnah.
Maka, meskipun tidak ada dalil khusus tentang pahala puasa Tarwiyah, berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah tetap termasuk amal shalih yang dicintai Allah.
Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Puasa Tarwiyah
- Dilaksanakan tanggal 8 Dzulhijjah
- Hukumnya sunnah
- Tidak memiliki dalil shahih tentang keutamaan khusus
Puasa Arafah
- Dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah
- Memiliki keutamaan besar
- Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang
Karena itu, jika tidak mampu berpuasa banyak hari, para ulama sangat menganjurkan minimal melaksanakan puasa Arafah.
Baca artikel lainnya : Niat dan Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap Beserta Penjelasannya
Kesimpulan
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meski hadits tentang pahala khusus puasa Tarwiyah dinilai lemah bahkan palsu, umat Islam tetap dianjurkan berpuasa pada hari tersebut karena termasuk bagian dari amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah.
Yang perlu dipahami:
- Puasa Tarwiyah tetap sunnah dan boleh dilakukan
- Tidak boleh meyakini adanya pahala khusus tanpa dalil shahih
- Keutamaan terbesar pada awal Dzulhijjah tetap berasal dari amal shalih secara umum
- Puasa Arafah memiliki dalil shahih dan keutamaan yang sangat besar
Semoga Allah memudahkan kita untuk menghidupkan amalan di bulan Dzulhijjah dan menerima seluruh ibadah kita. Aamiin.
Referensi : Hukum Puasa Tarwiyah

